PENGUKURAN DENYUT JANTUNG PADA ARTERI RADIALIS

PENGUKURAN FREKUENSI DENYUT JANTUNG PADA ARTERI RADIALIS

A. Dasar Teori
Jantung mempunyai pusat automasi sehingga untuk beberapa waktu dapat berdenyut meskipun sudah dilepaskan/ dipisahkan dengan badan. Denyut jantung tidak dapat dipengaruhi oleh kehendak tetapi dipengaruhi oleh syaraf autonom namun demikian denyut jantung dapat dipengaruhi oleh : suhu, bahan kimia, obat – obatan, emosi, dan latihan. Denyut jantung dapat memberikan informasi kepada kita bahwa seseorang tersebut terlatih, emosi, atau sedang dalam keadaan sakit atau sedang dalam latihan. Dalam dunia olahraga denyut jantung sering juga dipakai sebagai parameter untuk intensitas latihan. Alasan ini karena ditemukan korelasi yang linier antara denyut jantung pada satu sisi dengan intensitas latihan.

B. Tujuan Percobaan
Agar mahasiswa terampil menghitung denyut jantung dan untuk memahami bahwa jantung berdenyut dipengaruhi oleh syaraf autonom.

C. Alat – alat
1. Stopwatch
2. Alat Tulis

D. Cara Kerja
1. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan.
2. Mengitung denyut nadi orang coba pada bagian pergelangan tangan, sisi kiri dada, di daerah terletaknya jantung dan di samping tenggorokan.
3. Menghitung denyut nadi di arteri radialis dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk meraba.
4. Mengukur denyut nadi dengan berbagai posisi yaitu :
a. Berbaring
b. Duduk
c. Berdiri
d. Berbaring dengan air dingin di atas dada
e. Berbaring dengan air hangat di atas dada
f. Setelah berlari di tempat selama satu menit
Dengan waktu satu menit, 30 detik, dan 15 detik.

E. Hasil Pengamatan
Pengukuran Frekuensi Denyut Jantung Pada Arteri Radialis
Golongan : II
Nama Praktikan : Kurwinda Kristi
No. Mhs. : 09604221010
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Praktikum : 12 Maret 2010
Jam : 13.30 WIB

Nama orang coba : Muhammad Kharis
Umur : 19 tahun
Jenis Kelamin : Laki – laki
Tinggi badan : 170cm
Berat Badan : 58kg

60 detik 30 detik x 2 15 detik x 4
1. Denyut jantung berbaring 71/ menit 70/ menit 64/ menit
2. Denyut jantung duduk 73/ menit 72/ menit 72/ menit
3. Denyut jantung berdiri 78/ menit 78/ menit 76/ menit
4. Denyut jantung berbaring dada 69/ menit 70/ menit 68/ menit
ditaruh air dingin
5. Denyut jantung berbaring dada 73/ menit 70/ menit 72/ menit
Ditaruh air panas
6. Denyut jantung setelah berlari 83/ menit 82/ menit 84/ menit
ditempat setelah satu menit

F. Hasil diskusi/ Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan kepada probandus diperoleh kesimpulan bahwa pada saat berlari, denyut jantung lebih cepat dibanding posisi berdiri. Dan posisi berdiri lebih cepat denyut jantungnya dibanding posisi berbaring. Karena pada saat berlari diperlukan banyak oksigen sehingga jantung lebih cepat dalam memompa darahnya sehingga denyutnya menjadi semakin cepat. Hal ini juga berkaitan dengan posisi aliran darah yang dipengaruhi gravitasi bumi.

About Kurwinda Kristi

muda beda dan bahagia
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to PENGUKURAN DENYUT JANTUNG PADA ARTERI RADIALIS

  1. Efraim Purba says:

    thank’s buat infonya sist.

    ::smile::🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s