PENENTUAN GOLONGAN DARAH

PENENTUAN GOLONGAN DARAH
A. latar Belakang
1. Mempersiapkan transfusi darah secara cermat dengan mencari kepastian :
a. Golongan darah donor dan resipien.
b. Banyak bencana alam dan kecerobohan pengguna jalan raya, seyogyanyalah setiap orang memiliki kartu golongan darah.
2. Untuk mendapatkan ketelitian dan kecermatan dalam melaksanakan transfusi darah, mutlak yang harus dilakukan yang disebut cross matching, yaitu menguji kecocokan eritrosis resipien dengan serum donor. Hal itu perlu dilakukan, terutama pada transfusi darah dengan volume yang cukup besar, sehingga eritrosis resipien terdapat didalam plasma donor.
3. Dalam praktikum ini hanya akan dikerjakan penentuan golongan darah bagi setiap praktikan.

B. Alat dan bahan
1. Preparat
2. Lidi pengaduk
3. Satu set larutan anti sera

C. Cara Kerja
1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Menyiapkan preparat dengan memberi tanda preparat A dan preparat B.
3. Mengambil sampel darah dari orang coba dengan menggunakan tabung kapiler hematokrit hingga kurang lebih 2/3 tabung.
4. Meneteskan pada preparat A dan B masing – masing satu tetes.
5. Meneteskan pada preparat A dengan satu tetes serum anti A dan pada preparat B meneteskan satu tetes serum anti B.
6. Mencampur darah pada masing – masing preparat dengan anti serumnya dengan menggunakan lidi pengaduk.
7. Mengamati selama satu menit, untuk mengamati adanya agregasi sampai aglutinasi. Jika aglutinasi terjadi di preparat A maka orang coba bergolongan darah A, bila aglutinasi terjadi di preparat B maka orang coba bergolongan darah B, jika aglutinasi terjadi di dua preparat A dan B maka orang tersebut bergolongan darah AB, dan jika tidak terjadi aglutinasi maka orang coba bergolongan darah O.
8. Merapikan semua alat dan bahan yang digun

D. Hasil Pengamatan Penentuan Golongan Darah

Kelompok : II
Nama Praktikan : Kurwinda Kristi
No. Mahasiswa : 09604221010
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Praktikum : 19 Maret 2010
Jam : 13.15 WIB

Nama Praktikan : Kurwinda Kristi
Umur : 19 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Tinggi badan : 158cm
Berat badan : 56 kg

1. Darah diambil dari ujung jari tangan kiri ke-III
2. Terjadi aglutinasi
3. Terjadi aglutinasi pada daerah preparat A
4. hasil praktikum menunjukan bahwa praktikan bergolongan darah A

E. Hasil Diskusi/ Pembahasan
Pada darah yang dicobakan dan pada saat ditetesi serum anti A terjadi aglutinasi atau pengumpalan. Sedangkan pada saat ditetesi serum anti B, darah tidak terjadi aglutinasi. Sehingga pada percobaan ini diperoleh kesimpulan bahwa golongan darah praktikan adalah A.

About Kurwinda Kristi

muda beda dan bahagia
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s