PENTINGNYA PENGUKURAN DALAM BELAJAR GERAK

Published 24 Maret 2012 by Kurwinda Kristi

  1. Belajar Gerak

Adalah Suatu rangkaian  proses yang berhubungan dengan latihan/ pengalaman yang mengarahkan pada terjadinya perubahan -perubahan yang relatif permanen dalam kemampuan seseorang untuk menampilkan gerakan-gerakan yang terampil.(Schmids, 1991). Yaitu upaya meningkatkan keterampilan gerak tubuh secara keseluruhan dan upaya penguasaan pola-pola gerak keterampilan dalam kaitannya dengan konsep ruang,waktu dan gaya.

Menurut Sugiyanto (1994: 27) Belajar gerak adalah mempelajari pola-pola gerak keterampilan tubuh. Proses belajarnya melalui pengamatan dan mempraktekkan pola-pola gerak yang dipelajari. Hasil ahkir dari belajar gerak adalah kemampuan melakukan pola-pola gerak keterampilan tubuh. Hasil akhir belajar gerak  adalah kemampuan melakukan pola-pola gerak keterampilan tubuh, setiap tujuan pembelajaran gerak pada umumnya memiliki harapan dengan munculnya hasil tertentu, hasil tersebut biasanya adalah berupa penguasan keterampilan. Penampilan yang terampil merupakan tujuan ahkir dari pembelajaran gerak.

 

  1. Pengukuran

Pengukuran ialah skore (angka) yang ditentukan atas dasar suatu tes (Biyakto, 1993: 3). Pengukuran adalah suatu alat bantu dalam proses evaluasi dengan berbagai macam alat dan teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data.

 Pengukuran adalah suatu proses pengumpulan data / informasi tentang individu maupun obyek tertentu, yaitu mulai dari mempersiapkan alat ukur yang digunakan sampai diperolehnya hasil (misalnya : frekuensi, jarak, waktu, dan satuan ukuran suhu). Hasil pengukuran bersifat kuantitatif. Dengan demikian, yang dimaksud dengan pengukuran (measurement) adalah suatu proses untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu objek tertentu dengan menggunakan alat ukur (test) yang baku dimana hasilnya nanti dapat diolah secara statistika (Wahjoedi, 2001: 12).

Pengukuran gerak adalah suatu proses pengumpulan data/ informasi tentang kemampuan gerak seseorang/ individu mulai dari alat ukur sampai hasil pengukurannya.

 

  1. Alat Ukur

Alat ukur/ Tes biasanya didefinisikan sebagai suatu alat atau instrument dari pengukuran yang digunakan untuk mendapatkan data tentang karakteristik seseorang atau kelompok misalnya kesegaran jasmani diukur dengan tes kebugaran jasmani (Biyakto, 1993: 3). Jadi, yang dimaksud dengan tes adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang seseorang atau obyek tertentu(Wahjoedi, 2001: 12).

Alat ukur gerak : adalah instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi/ data yang bersifat motorik/ kemampuan gerak yang dapat dihimpun melalui tes kemampuan dan dasar gerak yang fungsional dan tes suatu cabang olahraga pada seseorang.

Kriteria Alat Ukur dalam pengukuran :

  1. Valid : seberapa baik suatu tes dapat mengukur apa yang ingin diukur dan dapat memenuhi fungsi sesuai dengan penggunaannya.
  2. Reliable : menggambarkan konsistensi hasil pengukuran terhadap objek yang sama dengan alat ukur yang sama.
  3. Objektivitas : kesamaan skore yang diberikan beberapa penilai terhadap objek yang sama.
  4. Ekonomis : alat ukur murah
  5. Praktis : mudah digunakan dan mudah dipahami
  6. Adanya norma yang absolut

  1. Pentingnya Pengukuran Belajar gerak

Dalam pelaksanaan tes dan pengukuran dapat menggunakan aat ukur yang sudah ada ataupun dapat membuat sendiri. Pengukuran akan sangat penting untuk dapat melihat kemajuan hasil belajar gerak seseorang. Dalam melakukan pengukuran diperlukan alat ukur sesuai dengan kriteria alat ukur diatas. Pengukuran hasil belajar gerak yang biasa dilkaukan oleh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah untuk memenuhi kebutuhan tugasnya  sebagai seorang guru, diantaranya kegunaan pengukuran tersebut adalah :

  1. Menjadikannya sebagai sarana umpan balik guru pada siswa.
  2. Membangkitkan motivasi siswa untuk belajar lagi.
  3. Membantu siswa untuk menilai kemampuannya sendiri.
  4. Alat untuk emmperoleh data yang objektif.
  5. Untuk menentukan seleksi dengan fair
  6. Sebagai keperluan diagnosa ( body mekanik, kebugaran jasmani, dan keterampilan gerak )

 

  1. Daftar Pustaka

Arikunto, Suhasmini. 1995. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Depkes Republik Indonesia. 2005. Petunjuk Teknis Pengukuran Kebugaran Jasmani. Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Depkes

Mulyono, Biyakto Atmojo, Sarwono. 1995. Evaluasi Pengajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Depdikbud Diknasmen

Nurhasan. 2009. Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. FPOK – UPI

Wahjoedi. 2001. Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Jakarta : Raja Grafindo Pustaka

About these ads

3 comments on “PENTINGNYA PENGUKURAN DALAM BELAJAR GERAK

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: